Trash-Talk, Wujud Cacatnya Sportivitas

Setiap olahragawan ataupun pemain e-sport akan mengenal trash-talk. Jurus-jurus kasar semacam ini biasanya dikeluarkan untuk memancing emosi lawan dan membuyarkan konsentrasinya. Memang dalam aturan hal ini sangat tidak etis. Namun secara peraturan olahraga belum ada hal yang mengatur aktivitas semacam ini.


Tidak Etis, Tidak Perlu & Tidak Terhormat
Sudah banyak orang yang menjadi korban intimidasi semacam ini. Kalau mau kita ingat piala Dunia 2006 di mana Zidane menyundul kepala materazzi karena omongan sampah semacam ini. Memang ironis ketika sebuah kemenangan harus dinodai oleh hal-hal yang seharusnya tidak perlu. Hal yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika omongan sampah semacam ini membawa SARA.

Sebenarnya ada beberapa hal yang mendasari tapi biasanya terbungkus menjadi sebuah kejadian yang terlihat seolah pelanggaran padahal itu bisa saja di bawahnya sejak awal sebagai strategi. Tentunya hal ini tidak bisa datang secara spontan. Secara tidak langsung ketika melakukannya seseorang akan mengenali background dan punya dasar untuk menjadi bahan cemoohan.

Beberapa hal yang mendasari kejadian ini biasanya memang bukan hal yang baik bahkan bisa dikatakan sebagai hal yang licik dan kotor dalam pertandingan. Kita dapat mengklasifikasikan beberapa hal yang memang menjadi dasar yang banyak digunakan.

1. Kebencian Terhadap Ras dan Agama
Hal ini tentu sangat banyak terjadi seperti bagaimana Daniel Alves dilempar pisang dan Balotelli dicemooh. Hal tersebut kebanyakan datang dari warna kulit ataupun agama yang dianut seseorang. Motifnya terhadap sepak bola mungkin sedikit banyak sangat berefek tapi nuansa SARA jauh lebih kental terasa.

2. Kondisi Tertekan
Pada kondisi tertekan seseorang biasanya cenderung mengintimidasi dirinya sendiri dan orang lain. Itulah yang terjadi kebanyakan dalam olahraga saat ada kondisi yang memaksa kita berada dalam tensi tinggi seringkali kejadian yang tidak menyenangkan juga terjadi di sana. Oleh karena itu minus emosi adalah salah satu hal yang penting dalam olahraga.

3. Merasa Dicurangi
Tentu sangat biasa ketika seseorang tidak mampu menahan emosinya saat merasa dia dicurangi. Padahal itu terkadang datang dari konsepsinya sendiri terhadap kecurangan. seperti yang kita tahu banyak orang merasa dicurangi ketika dia ada di posisi tidak beruntung.

4. Merusak Konsentrasi Lawan
Jikapun cara ini berhasil dan Anda berhasil memenangkan pertandingannya, maka Anda telah menodai tahta kemenangan itu dengan cara-cara yang licik dan kotor. Tentunya ini juga banyak dipakai oleh para pesepakbola dalam menghadapi musuh-musuhnya apalagi di menit kritis.

Hal yang terpenting yang harus kita pahami adalah trash-talk, bukan merupakan editor yang baik dalam berolahraga. Terlebih lagi olahraga harusnya menjunjung tinggi sportivitas dan juga meleburkan perbedaan dalam sebuah permainan.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »